HUT Bayangkara: HMI MPO Stop Represif Terhadap mahasiswa

Kami dari HMI MPO Cabang Mataram mengucapkan selamat hari byangkara ke 74 tahun dan di momen HUT ini, kami mengajak kepolisian untuk kembali bermitra dan bukan saling bentrokan dengan aktivis. Dalam momentum HUT bayangkara, semoga kepolisian selalu menegakan hukum dengan baik dan memberikan contoh hal-hal yang baik.

beberapa tahun terakhir ini, kami menilai pihak kepoliaian telah kehilang fungsi sejati disebabkan banyak tindakan tindakan represif yang di lakukan oleh pihak kepolisian terhadap aktivis-aktivis demonstran, ini menimbulkan mosi ketidak percayaan kepada pihak kepolisian sebagai pihak yang mengayomi, mengatur dan mejaga keselamatan rakyat. Fungsi dan tugas yang paling prima dari kepolisian (mengayomi dan menjaga keselamatan rakyat) telah terjadi devaluasi dari fungsi kepolisian tersebut.

Kejadian-kejadian represif yang dilakukan oleh kepolisian menyebabkan citra kepolisian sebagai pengayom menurun. hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum itu dilindungi oleh konstitusi, yakni dalam Pasal 28E UUD 1945. Lebih jauh mengenai mekanisme pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum diatur dalam UU No.9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Oleh karena itu, melihat dari fungsi sebagai penegak hukum dari pihak kepolisian, mestinya mendukung dan mengawal demonstrasi itu, sebab membantu kepolisian untuk menegak hukum sesuai standarisasi yang berlaku.

Memang dalam pelaksanaannya, penyampaian pendapat di muka umum (demonstrasi) dapat menimbulkan kericuhan dan diperlukan adanya pengamanan. Untuk itu, pemerintah memberikan amanat kepada Polri dalam Pasal 13 ayat (3) UU 9/1998 yakni dalam pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum, Polri bertanggung jawab menyelenggarakan pengamanan untuk menjamin keamanan dan ketertiban umum sesuai dengan prosedur yang berlaku. Namun dengan cara-cara represif untuk mengamankan itu tidak sesuai dengan moral konstitusi.

READ  Warga Pangkep Unras Menolak Ganti Rugi Rel Kereta Api

Di momentum hari byangkara ke-74 kami meminta kepada pihak kepolisia untuk kembali bermitra, yakni kita sama-sama bahu membahu untuk menuntaskan kejahatan dan menghentikan pemerintahan yang bertindak sewenang-wenang tanpa memikirkan dampak kehidupan masyrakat. Kami juga meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak lagi melakukan tindakan represif kepada para aktivis ketika menyampaikan pendapat di muka umum. Sebab kami bukan musuh, kami bukan teroris, kami bukan kelompok yang melakukan makar terhadap negara. Namun kami hanya menyampaikan aspirasi berdasarkan kajian akademis yang tidak sesuai dengan realitas.

Dalam hal ini, kami menghimbau kepada pihak kepolisian, ketahuilah bahwa dalam kritikan itulah membuat negara terasa hidup dan tumbuh karna kritik merupakan koreksi dan mempunyai peluang untuk diuji. Kami aktivis hanya menjalan tugas dan funsi sebagai pengontrol, pengubah, dan membangun itulah tanggung jawab kami sebagai aktivis.

Sekali lagi kami ucapkan selamat hari byangkara ke 74 tahun semoga kedepanya menjadi tauladan untuk rakyat dan melindungi, mengayomi masyarakat lebih-lebih aktivis bukan melakukakn tindakan represif.

“Kantibmas Kondusif Masyarakat Semakin Produktif”

Leave A Reply

Your email address will not be published.