HMI-MPO Kom.Uinam Kembali Salurkan Sembako ke Dua Panti Asuhan, di makassar.

MAKASSAR, himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Komisariat Uinam Cabang makassar, kembali mengadakan kegiatan Bakti Sosial di dua panti asuhan di Makassar, Sulawesi Selatan. Rabu, (20/05/2020).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari ‘Gerakan Peduli Sesama’ yang beberapa hari lalu telah mengadakan pembagian paket sembako di beberapa titik Kota Makassar.

Ketua Komisariat Hmi-Mpo Gunawan Hatmin “mengatakan Bahw ini merupakan langkah yang baik untuk HMI MPO Komisariat kedepannya mengingat ini adalah kegiatan yang memang dipersiapkan khusus dibulan yang penuh berkah ini dengan sasaran panti asuhan.

Dalam mengadakan baksos di panti asuhan, karena selain kita silaturahmi dengan saudara-saudari kita yang di panti juga untuk memberikan sedikit bantuan kepada mereka, serta meminta di doakan oleh anak-anak panti agar Hmi-Mpo Komisariat Uinam tetap berlanjut dan berjenjang kedepan, Katanya.

Dalam kegiatan tersebut, HMI MPO Komisariat Uinam menyerahkan bantuan Kepada dua Panti Asuhan (Wahyu Ilahi & Hikma) berupa sembako kepada pihak panti yang masing masing panti menaungi 50 orang anak yatim beserta dengan pengurus panti. Jika di kalkulasikan maka jumlahnya 100 orang anak yatim & pengurusnya.

Tak henti dari sini, lanjut ketua komisariat, proses bergerak dalam berbagi takjil merupakan suatu keharusan dalam tatanan kehidupan sosial. Sebab, hubungan (relasi) antra manusia adalah sangat penting. Bahkan dalam konteks keislaman, gerakan humanisme adalah suatu gerak untuk menumbuhkan keakraban antara sesama manusia.

Lanjut, ia seperti imam ali berkata bahwa “jika ia bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan”.

Tentu hal ini sangat penting bagi kita semua. Perihal relasi umat manusia (humanisme) bukan di lihat dan di pandang dengan berbagai aspek kehidupan; seperti agama, ras, suku, mazhab, aliran, dan lain sebagainya, Tutupnya.

READ  APBD Kabupaten Gowa TA 2020 Diproyeksi Capai Rp2 Triliun

Leave A Reply

Your email address will not be published.