Setelah Ali-Sariyati, Siapa Lagi?

Setelah ali-sariyati, siapa lagi?
Oleh : Gunawan hatmin

Setiap orang mengenal Dr.Ali-sariyati, sosok pemuda intellectual dengan gagasan dan ide kritisnya sebagai penawar dari peran kalangan kaum muda. Dalam konteks perubahan sosial social, pemikiran ali sariyati bisa dkatakan mempunyai alur tersediri dibandingkan dengan tokoh pemikiran dan pergerakan islam lainya.
Dua tahun yang lalu, saya mendapatkan sebuah pesan religius dari gurunda saya ”di salah satu majelis kajian filsafat”, isi pesanya adalah dalam bentuk seruan kepada saya, berupa bentuk afirmasi untuk mendalami corak pemikiran dari Ali sariyati, ia merupakan salah seorang cendikiawan muslim dan salah satu figur yag sangat revolusioner. Dalam hal itu, saya agak merasa kebingungan dengan pesan yang di berikan oleh guru saya tersebut. Disisi lain, saya belum terlalu paham terhadap bentuk bentuk pembanguna pemikiran dari ali sariyati. Disisi lain Saya berfikir bahwa, ini bukan menjadi persoalan, juga bukan suatu dalih penolakan untuk mendalami pemikiran dari ali sariyati.
Bagi saya ini merupakan suatu bentuk diskursus yang sangat intim. Tanpa berfikir panjang saya meng-iya kan apa yang menjadi amanah dari guru saya, saya pikir ini adalah kesempatan, ruang bagi saya untuk lebih detail dalam masuk di dunia pemikiran. Menjelang beberapa hari, saya mulai berusaha mencari karya-karya dari ali sariyati. Kondisi pada saat itu juga tidak bersahabat, ada hal-hal yang memaksakan saya untuk melakukan ekplorasi. Krisis ekononomi saya waktu itu mengalami devisit, hingga saya menginisiatifkan untuk mencari bebrapa senior-senior saya, untuk menanyakan karya-karya dari ali sariyati. Wal hasil saya mendapat satu karya dari ali sariayati, karya itu berjudul’’ IDEOLOGI KAUM INTELEKTUAL”. Dari proses gelutan saya pertama kali dengan membaca buku/karya dari Ali sariyati itu, sedikit demi sedikit, saya mulai teriinspirasi di setiap lembaran-lembaran buku itu. Ternyata ada banyak sikap dan pilihan hidup ali sariyati semasa mudanya.

Sampai pada tahap pengkhataman buku tersebut, saya di minta oleh gurunda saya untuk membedah di salah satu tempat belajar saya. Dari proses pegkhataman buku itu saya kira banyak gagasan gagasan maupun ide idenya yang saya dapatkan di saat saya berkelana di setiap lembaran-lembaran dari buku itu. Ada banyak sejarah yang mempertontokan betapa kebenaran dan kebatilan tak akan berdamai, betapa keharmonisasian dan ekploitasi tidak akan bersinergi. Pada awal sejarah, kita di perlihatkan perlawanan antara Habil dan Qabil. Dalam proses pergulatan ini, ada identifikasi yang di kemukakan oleh ali sariyati kepada keduanya. Habil di simbolkan sebagai kebenaran dan Qobil di simbolkan sebagai kebatilan.

READ  Sosialisasi Pelaksanaan Ujian Sekolah Dasar Mamuju

Menurut ali sariyati,jika analilsis dalam kacamata agama islam, filsafat sejarah memiliki dealektika historis tertentu. Ali sariyati mengatkan bahwa sejarah merupakan peristiwa keberlanjutan, baik yang terjadi pada masa lalu, sekarang bahkan mendatang, dan sejarah merupakan hasil dari dialektika itu sendiri. Da\lam kontek di atas ali sariyati melanjutkan bahwa, suatu pertaruangan konstan antar dua anasir yang berlawanan demi sebuah kebenaran ddan kebatilan yang bermula pada proses di mulainya kejadian manusia. Pertarungan tersebut merupakan hasil historis diealektika.berlansung pada rung dan waktu, itulah yang meruoakan hasil kalkulasi dari sejarah. Dalam kacamata islam proses pertarungan antara Habil dan Qabil merupakan akar permasalahan dari sejarah tersbut.
Tak haya itu, dalam proses merefleksikan sejarah di atas, ali sariyati juga, menampilkan 4 (empat) tokoh kebatilan, sebagai simbol dari tindakan ekploitasi. Lanjut ali sariyati mereka adalah; firaun sebagai symbol pemimpin yang zalim, yang memaksa rakyatnya untuk mebayar upeti (pajak/yuran), lalu di korupoleh segelintir orang. Ada juga Qorun, sariyati mengambarkn ia sebagai symbol dari sistem kapitalisme, yang membantu masyarakat miskin sebagai alat atau modus untuk mengambik hasul kekayaan yang berlipat ganda dari hasil bantuanya tersebut. Lanjut Hamman,ia di seimbolkan sebagai pelacur intelektual yang menggunakan pengetahuanya untuk mengeksploitasi kau kaum mustadafin (kaum yang tertindas). Dan yang terakhir ialah Ba’laam ia disimbolkan sebagai Ahli agama yang menjadikan agama sebagai legitimasi atau alat untuk mengekploitasi.
Menurut ali sariyati, dari sejarah di atas, 4 (empat) tokoh tersebut merupakan symbol yang bisa mewujutkan dalam setiap jiwa dan masa. Dari hasil analisis saya, saya membetulkan apa yang dikatakan oleh ali sariyati di atas. Bahkan di zaman milenial ini, symbol yang di gambarkn ali sariyati di atas masih bisa kita temukan kehidupan sehari-hari. Eksploitasi ada dimana-mana, korupsi, kolusi, nepotisme, criminal dll. Itu semua adalah mnifestasi dari hasil yang di gambarkan oleh ali sariyati.

READ  KOHATI HMI MPO Cabang Lebak Resmi Dilantik

Ali sariyati dikenal luas,dari gagagasan-gagasannya yang sangat revolusioner, baik dibidang keagaman, bidang social dan politik. Ia bahkan di kenal sebagai orator revolusioner, karena ide-idenya yang cemerlang, dan memberikan kepekaan pada jiwa manusia. Dari hasil bedah karya dari ali sariyati tersebut, ternyata ada dampak terhadap diri saya. Saya merasakan ada proses tranformasi nilai-nilai semangat juang dari ali sariyati itu sendiri, menggairakan kita untuk masuk dalam tatanan keagamaan, social maupaun politik.
Demikian saya bersepakat dengan diri saya untuk mencari karya-karya dari ali sariyati. Ia adalah salah seorang di antara sedikit tokoh yang paling berpengaruh dalam kebagkitan revolusi islam iran. Dabashi bahkan mengklaim bahwa sariyati adalah seorang ‘’ideolog par excellence”. Dalam dirinya terdapat jiwa yang kompleks. Sikap elektinya ia mampu dalam tarikan nafas yang sama menyebutkan imam ali, abu dzar, max weber, durkhiem, Sartre dan karl marx. Walaupun dalam karya- karyanya memiliki banyak tema-tema yang kontradiktifdan sistematis. Saya teringat Abrahamian pernah mengemukakan pendapat ia tentang ali sariyati, ia mengatakan bahwa; pada kenyataan nya, terdapat tiga Ali Sariyati ,pertama, sariyati sebagai seorang sosiolog yang tertarik pada hubungan dalektis` antara teori dan praktis., Antara ide dan kekuatan social. Lanjut dalam perjalanan ali sariyati ia memiliki komitmen yang tinggi dalam realitas kehidupansosial dan politik. Kedua, ali sariyati sebagai soerang yang bermazhab syiah.ali sariyati juga menjadikan syiah sebagai revolusioner dalam perjuangan.ketiga, ali sariyati sebagai (public speaker) yang bersemangat, artikulatif, dan oratorik, yang sangat memikat bagi banyak orang, khususnya dalam kalangan kau muda. Dalam kedududukan ini sariyati banyak mnengunakan jargon, analisis, simplifikasi, dan sinkritisme yang tajam dalam melawan berbagi institusi yang berwatak westernisasi dan otoriter.
Saya justru tertarik dengan asupan dalam perlawanan rezim dictator syah reza pahlevi. Ia mncoba melaawan penindasan politik, ekonomi, dan budaya serta berusaha memulihkan kembali warisan asli mereka setelah dicampakan oleh hegemoni barat melalui politik imperialisme dan kelas-kelas tertentu yang bercokol dibawah genggaman syah reza pahlevi. Dalam skema karya sariyati, banyak dibincangkan masalah elaborative dan konsistennya dalam menumbangkan rezim westernisasi itu sendiri. Problem yang paling utama sariyati, bukan tentang hidup itu sendiri akan tetapi bagimna keberlansunga dan tujuannya. Kerna itulah sejak awal, dalam berbagai aspek kehidupannya ia sudah bergulat untuk membentuk karakter dirinya, baik jasmani maupun rohani. Lantas dengan berbagi asupa dan nuansa-nuansa dalam diri ali-sariyati, tentu ada hal yang ingin kita bentukan sebagai jargon revolusioner kedepannya.
Dalam dialektika historis ali-sariyati, ada sebuah pesan yang di afirmasikan dari kalangan muda. Tentu ia menginginka kalangan muda sebagai pelanjut dari misi kenabiaan. Ada sebuah pesan dalam perlawan dari ali sariyati, dalam sebuah kutipan kutipan karyanya (kavir, hal 15) saya menemukan historis religious yang ia sampaikan dalam berbagai bentuk perlawan. Ia mengatakan Aku tidak bisa tinggal diam dan mengatakan sesuatu. Bila akau diam rasanya bagikan seseorang yang sekarat yang tau bahwa kediamannya dan keselamatannya sedang menantinya.yang telah jemu akan kesukaran hidup, yang tidak dapat berbuat baik menanti sepanjang hayat. Tidaklah kau lihat betapa nikmatnya kedamaian kematian seorang sayhid? Bagi mereka yang terbiasa akan ruti harian, kematian merupakan tragedy yang seram, penghentian yang dasyat dari segalanya: lenyap dalam ketiadaan. Alangkah agungnya mereka yang memperhatikan amar yang menakjubkan ini dan mengamalkannya __ Matilah sebelum engkau mati.
Saya sendiri merasa terpanggil akan hal ini, adakah yang merasakan apa yang saya rasakan?. Sebagai pelajar yang tercerahkan (Rausya fikr), tentu ada kepekaan, kesadaran, keberaniaan berfikir, keluhuran jiwa serta kekuatan kalbu dalam melihat kehidupan realitas ini secara elaborative. Kita disugukan berbagai macam fenomen fenomena yang ada. Pemaknaan rausyan fikr bagi ali sariyati adalah sebagai pelanjut misi kenabian. Rausyan fikr tidak di identikandengan sarjanawan. Rausyan fikr adalah jiwa jiwa yang tercerahkan dan mencerahkan (Harmonisasi), tak peduli, apakah mereka dari kalangan akademis, buruh, atau rakyat jelata (kaum mustaddafin). Sehingga pada hakikatnya kita akan sadar, peka atas tanggung jawab kita (Individu) dan tatanan kehidupan social (kelompok)

READ  Respon PERSAKMI SULSEL terhadap Pemberlakuan PSBB di Kota Makassar

Leave A Reply

Your email address will not be published.