Masuk Stuktur DPP PD, Abdullah Apa Banjir Ucapan Selamat Di Medsos

Alor, 17 April 2020.

Abdullah Apa sapaan akrabnya memulai berkarirnya di Partai Demokrat di mulai tahun 2012 dari Organisasi Sayap Partai Demokrat  yaitu sebagai Ketua DPD BMD (Barisan Massa Demokrat)NTT, Pegurus DPC Partai Demokrat  Alor dan terakhir Pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi NTT di bawah  kepemimpinan Ketua DPD PD NTT Bapak DR. Jefri Riwu Kore yang juga Walikota Kupang.

Sebuah proses panjang dan kini Mantan Ketua BEM Politeknik Negeri Kupang itu kini di percayakan   menjadi Sekertaris Badan Doktrin, Pendidikan dan Pelatihan di Kepengurusan DPP Partai Demokrat Periode 2020-2025 oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Bapak H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc, M. P. A., M.A atau lebih di kenal AHY lewat Surat Keputusan Tim Formatur Kongres Partai Demokrat Nomor :01/SK/DPP.PD/IV/2020, Tanggal 15 April 2020.

Pantauan Media sejak sore sampai malam ini, Lulusan terbaik Akademik di Sekolah Akademi Demokrat tahun lalu ini di banjiri  ucapan selamat dari sahabat-sahabatnya, kerabatnya maupun pegiat medsos. Siapa yang tidak kenal Mantan Staf Ketua HMI Cabang Kupang ini karena selalu saja viral di medsos NTT dengan konten-konten kontradiktifnya.

Dari Hasil Wawancara kami lewat media Elektronik, Abdullah Apa menyampaikan Salam hormat dan Santun sembari mengucapan terima kasih setinggi-tingginya buat semua keluarga, handai taulan, senior dan yunior singkatnya Basudara semuanya yang telah memberikan Doa dan Dukungan kepadanya lewat berbagai media sosial.

Aktifis pegiat medsos muda NTT ini lanjut memberikan pesan kepada kaum Mileneal bahwa Ayo Pemuda jangan sekali-sekali kita melihat politik seolah-olah sekedar medan laga perebutan kekuasaan bagi yang kaum Tua atau yang kapitalis, tapi ayo mari kita kaum muda masuk di dalam politik untuk belajar dan mencari nilai-nilai kebenaran dalam aktivitas politik. Bukankah sejarah peristiwa-peristiwa besar negeri ini seperti Sumpah Pemuda, Proklamasi kemerdekaan dan lain sebagainya selalu melibatkan kaum muda.

READ  Mantan Gangster Asal Kanada Hadiri Reuni 212

Lanjutnya “bukankah politik itu seni untuk  melaksanakan, mencapai tujuan atau keinginan kita kaum muda (Politics is the art of the possible). Bagaimana kaum muda bisa terakomodir keinginannya jika politik hanya di isi oleh kaum Tua. Pada hal  Muda adalah Kekuatan, kita bukan tidak punya kemampuan, kita punya integritas dan kita hanya butuh pembuktiannya saja. Jika kita diberi kesempatan maka kita akan buktikan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.