Pentingnya Tenaga Kesehatan Masyarakat dalam Memutuskan Rantai Penularan serta Diskriminasi Orang terhadap Covid-19

Beberapa hari ini kita di hebohkan dengan berbagai berita penolakan Jenazah yang terindikasi Covid-19 bahkan itu bukan hanya dialami Jenazah dengan positif Covid-19 bahkan Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan juga Pasien Dalam Pemantauan (PDP) tak luput  dari  perlakuan yang demikian mengarah ke diskriminasi.

Kita lihat saja apa yang terjadi di Makassar dan Gowa  Sulawesi Selatan dilansir dari Tempo.co (Jumat 3/04/20) Banyumas Jawa tengah di langsir dari Kompas.com (Kamis 2/04/20) dan mungkin saja beberapa wilayah di Indonesia melakukan hal yang sama (Diskriminasi) terhadap orang yang positif Covid-19 atau masih ODP dan PDP.

Sudah seharusnya pemerintah bergerak lebih tepat agar seluruh masyarakat paham dengan penularan dari covid-19 ini, hari ini terjadi banjir informasi dari berbagai sumber menyusul penyebaran virus Corona secara global, COVID-19 sempat dinyatakan masuk kategori penyakit yang penularannya melalui udara dan berbagai berita hoax lainnya.

Nyatanya , jika melihat pada pernyataan WHO, tidak demikian. Virus Corona ditularkan melalui percikan, tetesan, atau dalam istilah medis lebih dikenal sebagai droplet dimana saat seseorang batuk, bersin atau berbicara. WHO menjelaskan, tetesan tersebut terlalu berat untuk terlalu lama berada di udara. Selanjutnya, percikan itu dengan cepat akan jatuh ke lantai atau permukaan lain.

Pemerintah sekarang ini sudah suatu keharusan terfokus ke penanggulangan Covid-19 tapi jangan pula melupakan hal-hal urgen lainnya karena  dampak dari diskriminasi terhadap orang-orang yang yang positif dan suspect ataupun ODP dan PDP dapat berdampak terhadap hancurnya hubungan Sosial dalam kehidupan bermasyarakat, maka dengan itu dengan melibatkan Tenaga Kesehatan Masyarakat dengan Paradigma Sehatnya dapat menjawab permasalahan yang terjadi sekarang dan sudah pasti dapat merubah mindset-mindset yang timbul di masyarakat terhadap orang-orang yang sudah dan belum pasti terinfeksi Covid-19.

READ  Murray powers past wawrinka to book french open final

Dengan melihat pernyataan di atas sudah sepatutnya pemerintah menggandeng SKM atau Tenaga Kesehatan Masyarakat, yang sangat di perlukan di dalam lingkup kemasyarakatan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait proses penularan dan pencegahan terhadap covid-19. Dimana Tenaga Kesehatan Masyarakat dapat menyuarakan dan mengajak masyarakat untuk berperilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui penyuluhan-penyuluhan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, mengedukasikan kepada masyarakat untuk bersikap baik kepada orang-orang yang masuk dalam daftar positif covid-19 ataupun ODP dan PDP sehingga tidak timbul lagi stigma dan diskriminasi dalam masyarakat.

Untuk langkah pencegahan sendiri Mengutip dari seorang tokoh Guru Besar Epidemiologi FKM UNHAS Prof.Dr. Ridwam Amiruddin SKM, M.Kes, M,Sc, PHb melalui media online Rakyat News. “Secara umum prinsip dasar pencegahan Corona adalah putus mata rantai penularannya, Hilangkan/lemahkan/kendalikan agent virusnya, perkuat imunitas populasi, hilangkan/hindari vektor penularnya”.

Dengan penerapan langkah-langkah tersebut  tenaga Kesehatan Masyarakat dapat bersinergi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan/desa yang merupakan lembaga pemerintah yang sangat berperan di dalam lingkungan masyarakat, sehingga  pola pikir masyarakat terhadap Virus Corona dan Orang Positif Covid-19,ODP dan PDP dapat lebih tercerahkan. Edukasi dari tenaga kesehatan masyarakat sudah barang pasti  di terima oleh masyarakat, dikarenakan tenaga Kesehatan Masyarakat dalam menyampaikan sebuah gagasan terhadap masyarakat selalu mengedepankan Ilmu kesehatan dan ilmu sosial kemasyarakatan.

Penulis: La Unga Samsi ( Mahasiswa FKM UPRI dan juga sebagai Koordinator wilayah 4 Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI))

Leave A Reply

Your email address will not be published.