Kadis Lawakar, Bupati Alor diminta Segera lakukan Operasi Pasar

Alor, Mencermati Fenomena Pasar yang terus terjadi kenaikan harga sembako termasuk Gula Pasir yang begitu drastis dari harga 12.500 menjadi 22.000 per kilo gram maka saya meminta Pak Bupati Alor segera perintahkan OPD terkait melakukan operasi pasar. Saya kira ini langkah populis yang perlu dilakukan, ungkap Sokan Teibang.


Tokoh Muda Alor ini juga menilai bahwa sesuai pernyataan Kepala Dinas Perdagangan Kab. Alor bahwa Stok sembako kita termasuk Gula masih cukup kuat untuk layani kebutuhan Masyarakat 6 bulan kedepan ini perlu ditindaklanjuti dengan operasi pasar dalam rangka menekan pasar agar pelaku ekonomi tidak boleh bermain harga manfaatkan situasi Pandemi Covid 19 saat ini.
Lebih lanjut Sokan mengatakan, OPD terkait harus cerdas, cermat dan responsif terhadap arahan Bupati Alor untuk lakukan operasi pasar. OPD terkait jangan hanya pintar bernarasi terhadap respon publik tetapi harusnya fokus pada menerjemahkan perintah Bupati lalukan operasi pasar dan terus melakukan kontrol terhadap ketersediaan Sembako kita. Jika mendesak maka perlu lakukan subsidi APDB agar harga tetap stabil dan ketersediaannya juga terus terjaga.


“Cobalah pak Kadis dorang lakukan operasi mulai dari pasar di Kota sampai ditingkat Desa karena saat ini harga Gula sudah sampai 22.000 per Kilo Gram, belum lagi harga bahan yang lainnya. Ini kan kita kasihan masyarakat miskin yang tidak mampu membeli dengan harga yg begitu mahal”, kesal Sokan.

Merespon pernyataan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Alor yang terkesan lawakar dengan respon publik di media sosial berkaitan dengan kenaikan Harga Gula Pasir yang tiba-tiba melonjak naik drastis dari harga 12.500 ke harga 22.000 per kilo ditengah kepanikan warga terhadap ancaman Covid 19, Tokoh Muda Alor Sokan Teibang Mendesak agar Bupati Alor segera mencopot kepala dinas tersebut.

READ  Sudah Puluhan Tahun Kota Ini Tanpa Orang Cina

“Saya mendesak Pak Bupati Alor agar segera mencopot Kepala Dinas Perdagangan Kab. Alor tersebut”. Bagi saya, Kepala Dinas terlalu lawakar, emosional dan cenderung tidak mau pusing dengan kenaikan harga Gula pasir di Alor yang begitu fantastis. Stok Gula yang harusnya cukup untuk kebutuhan selama beberapa bulan kedepan itu, harusnya jangan dibiarkan harga pasar naik begitu.
Jika alasan karena persoalan impor gula sehingga harga naik itupun tidak masuk akal karena itu gula stok lama yang dijual dengan harga sangat mahal pakai alasan Corona. Inikan namanya penggerak ekonomi mau mencari untung besar dibalik bencana Corona dan dinas perdagangan terkesan lakukan pembiaran, tegasnya.

Mantan Sekretaris HMI Cabang Kupang ini juga menyesali pernyataan Kepala Dinas yang menilai kalau mereka yang sementara mengkritik di media sosial soal kenaikan harga gula itu sebaiknya “pigi tanam ko makan dan beropini di media sosial hanya untuk cari makan”. Harusnya pak Kadis menggunakan bahasa Birokrasi dan argumentasi logis yang mengedepankan etika komunikasi publik dalam merespon segala bentuk pikiran, kritikan dan pendapat yang berkembang berkaitan dengan persoalan kenaikan harga Gula pasir secara tiba-tiba, jangan gunakan bahasa liar penuh emosional yang sebenarnya sangat tidak mendidik sebagai seorang kepala dinas. Kami memberikan respon atas kenaikan harga gula pasir itu juga punya dasar dan bukti yang jelas bukan asal asalan omong sehingga Pak Kadis juga harusnya pikir baru omong jangan omong baru pikir.

Kepada Pak Bupati saya berharap agar segera pulihkan kembali harga pasar yang sudah mengalami kenaikan. Kita mendukung sikap pak Bupati untuk tegas dan konsisten dalam menjaga stabilitas pasar ditengah meluasnya Covid 19 yang kian mengancam masyarakat, Tutupnya.

READ  14 Questions you need to ask yourself before entering a new relationship

Leave A Reply

Your email address will not be published.