Perjanjian Dagang AS-TIONGKOK Hari Ini

Bursa saham hari ini tunjukkan mayoritas bursa Asia menguat pada awal pekan. Indeks Hang Seng, Taiex, Kospi, ASX, Straits Times, hingga FTSE Malaysia menguat. Penguatan ini prediksikan bursa saham Asia jadi rekomendasi saham hari ini.

Akan tetapi, kenaikan bursa saham Asia ini berhenti di dekat posisi tertingginya selama 19 bulan jelang penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok fase 1 pada Rabu (15/1).

bursa saham hari ini
President Donald J. Trump joins Xi Jinping, President of the People’s Republic of China, at the start of their bilateral meeting Saturday, June 29, 2019, at the G20 Japan Summit in Osaka, Japan. (Sumber: Official White House Photo by Shealah Craighead)

Bursa Asia membaik, investor dianjurkan ambil saham Bluechip

Sementara itu, bursa Shanghai justru terkoreksi 0,21%. Bursa saham hari ini cenderung bervariasi di bursa Asia. Adapun, lantaran kesepakatan dagang, para investor dianjurkan rekomendasi saham hari ini untuk ambil saham bluechip.

Bagaimanapun, peningkatan bursa saham Asia secara umum tunjukkan fokus investor pada penandatanganan kesepakatan AS-Tiongkok fase 1 ini.

Secara umum pada bursa saham Asia, urusan geopolitik ini bantu dorong indeks Hang Seng untuk naik 133,47 poin atau 0,47, Taiex naik 21,54 poin atau 0,18%, Kospi naik 13,10 poin atau 0,59%, Straits Times naik 10,38 poin atau 0,32%, dan FTSE Malaysia naik 1,72 poin atau 0,11%.

Baca jugaIran Serang Markas AS di Irak, Picu Kenaikan Harga Emas Dunia

Kesepakatan dagang AS-Tiongkok dan pengaruh atas bursa saham hari ini

rekomendasi saham hari ini
President Trump Talks Trade with the Vice Premier of the People’s Republic of China, Liu He, 2018
(Sumber: Wikimedia Commons)

Perang dagang antara AS dan Tiongkok telah berlangsung sejak 2018 lalu. Kesepakatan damai akhirnya dicapai pada Desember 2019.

Penandatanganan perjanjian damai perang dagang fase 1 antara AS dan Tiongkok pada 15 Januari nanti menarik perhatian investor pasar modal.

AS memastikan komitmen Tiongkok terhadap kesepakatan dagang fase 1 tidak berubah selama proses penerjemahan dokumen yang akan diteken di Washington ini.

Gedung Putih telah menyebar sekitar 200 undangan untuk seremoni penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok.

Pertumbuhan ekonomi global tampak akan diuntungkan oleh penandatanganan perjanjian fase 1 ini. Sejauh ini, perjanjian setebal 86 halaman ini belum dipublikasikan. Ini lantaran masih ada keraguan mengenai seberapa komprehensif kesepakatan tersebut.

Soal apakah kedua pihak akan menjalankan kesepakatan tersebut juga masih menjadi penghambat eksekusi kesepakatan ini.

Bagaimanapun, Washington menyatakan mereka berhak memberlakukan kembali tarif jika menilai Tiongkok tidak mematuhi kesepakatan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.