Terluka Saat UNRAS Ini Kata PB Gerak Misi

Demonstrasi adalah salah satu bagian dari kebebasan menyampaikan aspirasi dimuka umum, sebagaimana telah diatur dalam konstitusi Negara Republik Indonesia Nomor 28E ayat 3 yang menjelaskan tentang kebebasan berserikat dan menyampaikan aspirasi dimuka umum. Agar bagaimana Rakyat Indonesia diberikan kebebasan untuk mengawal kebijakan – kebijakan yang ada di negara RI, dan untuk menjalankan amanat undang-undang Mahasiswa ataupun Golongan pemuda sangat berperan penting dalam mengawal kasus – kasus yang terjadi di dalam lingkup Negara Indonesia. Dan Aksi Demonstrasi telah diatur dalam Peraturan Kepolisian Republik Indonesia (PERKAPOLRI) nomor 9 tahun 2008 Tentang TATA CARA PENYELENGGARAAN PELAYANAN, PENGAMANAN DAN
PENANGANAN PERKARA PENYAMPAIAN PENDAPAT DI MUKA UMUM.

Maka daripada itu pada hari Selasa, 14 Januari 2020 Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia melakukan aksi unjuk rasa (UNRAS) didepan kantor Pemerintah Daerah (PEMDA) Kab. Gowa terkait Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa dalam pengadaan Alat Peraga Iman dan Taqwa (IMTAQ). Aksi UNRAS tersebut berjalan dengan baik sebelum Massa Aksi mendapat tindakan represif dari pihak Satuan Polisi Pamon Praja (SATPOL-PP) yang bertugas di kantor PEMDA Gowa. Tindakan tersebut mengakibatkan luka pada beberapa bagian tubuh salah satu Kader GERAK MISI, Muh. Ainun Suhaibar (Ai’ Ca’nung).

Sekretaris Jenderal PB GERAK MISI Bisma Indra angkat bicara terkait tindakan oknum anggota Satpol-PP tersebut, Menurutnya tindakan tersebut merupakan hal yang tidak patut dipertontonkan dikalangan Masyarakat banyak, karna bukan hanya melukai salah satu Kader Gerak Misi, Akan tetapi juga mencederai asas kebebasan menyampaikan Aspirasi dimuka umum sebagaimana yang telah diatur dalam Konstitusi Negara Indonesia.

“saya selaku Sekretaris Jenderal menganggap bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap Lembaga Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia (GERAK MISI), “Tegasnya”.

Ai’ ca’nung adalah Kader Gerak Misi yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PB GERAK MISI, maka daripada itu hal tersebut tentu tidak akan berhenti sampai disini, akan tetapi kami akan melakukan aksi Jilid III Terkait Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) yang terjadi dilingkup Dinas Pendidikan Kab. Gowa dan juga menambahkan beberapa tuntutan terkait tindakan Premanisme oleh pihak Satpol-PP Di PEMDA Gowa, Ucap Bisma Indra.

Leave A Reply

Your email address will not be published.